LAPORAN INSTRUMENTASI
Rangkaian Penguat Jembatan
Dosen Pengampu : Bekti Wulandari,
M. Pd
Diusulkan
oleh :
|
Imania
Diah Rachma
|
(15507134009)
|
B1/2015
|
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTONIKA &
INFORMATIKA
TEKNIK ELEKTRONIKA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
A. Kompetensi
Menjelaskan karakteristik rangkaian penguat jembatan.
B. Sub Kompetensi
1.
Menjelaskan
cara kerja rangkaian penguat jembatan
2.
Menggambarkan
kurva karakateristik hubungan antara perubahan tahanan input terhadap tegangan
output.
C. Dasar Teori
Rangkaian penguat jembatan pada dasarnya adalah
penguat beda, atau penguat selisih, difference amplifier, differential
amplifier, atau substractor. Tegangan output penguat ini proporsional dengan
perbedaan atau selisih tegangan antara V1
dan
V2.
Untuk
menentukan hubungan antara tegangan output Vout dengan V1 dan V2 digunakan
prinsip superposisi, dengan aturan sebagai berikut:
·
Bila V1
dipakai, maka V2 disambung ke 0 V (Ground) dan tegangan output=Vout1.
·
Bila V2
dipakai, maka V1 disambung ke 0 V (ground) dan tegangan output=Vout2.
·
Tegangan
output Vout= Vout1 + Vout2
Bila
V1 dipakai, maka V2 disambung ke 0 V (Ground) dan tegangan output = Vout1, maka
diperoleh: Vo=V01=-R2/R1V1 ...............................................1
Bila
V2 dipakai, maka V1 disambung ke 0V (ground) dan tegangan output = Vout2, maka
diperoleh : Vo=V02=(R1/(R1+R2))xVo2 ...............................................2
V+=(R2/(R1+R2))xV2
Karena
berlaku:
V_=V+ maka berlaku
(R1/(R1+R2))xVo2=(R2/(R1+R2))xV2
Sehingga
akan diperoleh:
Vo2=(R2/R1)xV2
Sehingga
Vout=Vo1+Vo2=(R2/R1)xV2-(R2/R1)xV1 atau
Vout=(R2/R1)x(V2-V1).......................................................................3
Dalam
prakteknya tegangan V1 dan V2 adalah tegangan output rangkaian jembatan
Wheatstone.
D. Alat dan
Bahan
1.
Papan
percobaan IC
2.
Ic 741
3.
Power Supply
DC
4.
Multimeter
5.
Dekade
Resistor
6.
Resistor : - 1 Kilo ohm 5 buah
-
10 kilo ohm 2 buah
-
100 kilo ohm 2 buah
- 100
kilo ohm pot 1 buah
E.
Keselamatan Kerja
1. Multimeter dalam pengukuran posisi saklar fungsi
harus sesuai dengan besaran yang diukur, tegangan DC atau tegangan AC, Arus DC,
tahanan dan fungsi lainnya.
2. Pemilihan nilai batas ukur tegangan dan arus
jangan, melebihi nilai yang diukur.
3. Perhatikan polaritas colok alat ukur, jangan
terbalik.
4. Pahami betul titik-titik sambung pada breadboard
5. Pahami betul-betul nomor kaki pada IC yang
digunakan
F. Langkah
Kerja
Percobaan 1:
1.
Buatlah
rangkaian penguat jembatan seperti pada gambar 2. Berikut
Rakitlah
rangkaian jembatan wheatstone dengan 3 buah lengan resistor masing-masing
1Kohm. Lengan R= 1k ohm (pot). R1 dan R3 = 1K ohm. R2 dan R4 10K ohm.
2. Berikan tegangan Vref=5 volt. Sambungkan tegangan
supply +15V. 15V ke Ic 741.
3. Atur R dekade = 1K ohm. Apakah V out jembt=0V?
Bila tidak, atur R dekade sampai Vout jembt= 0 Volt.
4. Ukurlah tegangan V0 (kaki 6 ic), apakah
= 0 volt? Bila tidak, lakukan pengaturan dengan potensiometer 100 k ohm sebagai
pengatur ZERO OFFSET.
5. Lakukan pengaturan R dekade menurut harga pada
tabel 1. Pengaturan setimbang ditetapkan pada posisi R dekade = 1000 ohm. Ukur
tegangan VAC dan V0, pada Variasi Rf= 10k ohm dan Rf= 100k ohm.
6. Setelah percobaan selesai, kembalikan semua alat
dan bahan dengan tertib.
G. Hasil Percobaan
Analisis
Dalam keadaan setimbang, Vout tidak dapat dalam
kondisi 0 V, namun keadaan minimalnya 2.4 V saat Rf 10k ohm dan 0.22 V pada
saat Rf 100 K ohm, pada rangkaian praktik kali ini saya menganalisis mengapa
vout tidak dapat dalam kondisi 0 V, hal ini disebabkan karena penguatan
tegangan dalam jembatan wheatstone sangat tinggi, padahal sudah ditambah ZERO
OFFSET dengan tahanan maksimum 100 k ohm, mungkin kita bisa mendapat Vout dalam
kondisi 0V jika diberikan tahanan yg tinggi pada ZERO OFFSET.
H. Pertanyaan
1.
Gambarkan
kurva hubungan antara variasi R dekade terhadap tegangan output (Vo).
2.
Bandingkan
antara hasil perhitungan teoritik dengan hasil pengamatan.
Jawaban
2.
Jika dibandingkan dengan perhitungan pada teori jelas
menimbulkan hasil yang berbeda walaupun tidak jauh, ini disebabkan karena
pengaruh usia alat dan kabel penghubung yang sudah tua usia nya.
I. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktik kali ini bahwa rangkaian penguat
jembatan wheatstone bertujuan untuk menguatkan suatu rangkaian yang membutuhkan
tegangan besar dengan syarat pada keadaan setimbang diusahakan Vout dalam
kondisi 0V sehingga mampu menghasilkan hasil yang maksimal.




