LAPORAN INSTRUMENTASI
Rangkaian Jembatan Wheatstone
Dosen Pengampu : Bekti Wulandari,
M. Pd
Diusulkan
oleh :
|
Imania
Diah Rachma
|
(15507134009)
|
B1/2015
|
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTONIKA &
INFORMATIKA
TEKNIK ELEKTRONIKA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
A. Kompetensi
Menjelaskan karakteristik rangkaian jembatan Wheatstone.
B. Sub Kompetensi
1.
Membahas
rangkaian jembatan Wheatstone
2.
Menghitung
sensitivitas rangkaian jembatan Wheatstone
3.
Mengaplikasikan
rangkaian jembatan Wheatstone
C. Dasar Teori
Metode rangkaian
jembatan Wheatstone merupakan cara penetuan tahanan yang tidak diketahui
menggunakan metode perbandingan. Disebut rangkaian jembatan karena tersusun
dari 5 buat tahanan yang posisinya bersilang, masing-masing tahanan ada yang
menyebutnya sebagai lengan jembatan (bridge-arms). Lebih jelasnya dapat dilihat
pada gambar 1.
D. Alat dan
Bahan
1.
Catu daya DC
0-5V
2.
Rangkaian
Jembatan Wheatstone
3.
Tahanan 1k
ohm
4.
Galvanometer
5.
Kawat
penghubung
E.
Keselamatan Kerja
1.
Multimeter
dalam pengukuran posisi saklar fungsi harus sesuai dengan besaran yang diukur,
tegangan DC atau tegangan AC, Arus DC, tahanan dan fungsi lainnya.
2.
Pemilihan
nilai batas ukur tegangan dan arus jangan, melebihi nilai yang diukur.
3.
Perhatikan
polaritas colok alat ukur, jangan terbalik.
4.
Pahami betul
titik-titik sambung pada breadboard
F. Langkah
Kerja
Percobaan 1:
1.
Buatlah
rangkaian penguat jembatan seperti pada gambar 2. Berikut
2.
Berikan
tegangan Vref = 5 volt. Atur R dekade = 1k ohm. Apakah VAC=0 volt?
3.
Pasanglah
Rx=1000 ohm. Atur posisi dekade resistor menurut tabel 1. Amati tegangan.
Berapakah nilai Rdekade pada saat setimbang?
4.
Aturlah
variasi harga R dekade dari 1000 ohm, +1 ohm, +10 ohm, +20 ohm. Amati arus
galvanometer lg, masukkan hasilnya pada tabel 1.
5.
Dari ketiga
jenis variasi harga Rdekade, manakah yang lebih tinggi perubahan arus
galvanometer terhadap perubahan harga tahanannya.
6.
Hitunglah
nilai sensitivitasnya dari langkah 5
Analisis
Pada R dekade 1000 ohm, R1 1000 ohm, R2 1k ohm dan
R3 1000 ohm posisi galvanometer setimbang, pada R dekade +1ohm mulai dari 990
ohm sampai dengan 1010 arus yang dihasilkan terus menurun, ini disebabkan
karena R dekade semakin besar dan membuat arus yg dihasilkan nya semakin kecil.
Begitu pada R dekade + 10ohm maupu +20ohm.
G. Pertanyaan
1.
Dapatkah rangkaian jembatan wheatstone dipakai untuk
mendeteksi kemanisan buat masak?
2.
Dapatkah
jembatan dipakai untuk mengukur tingkat kekeringan gabah?
Jawaban
1.
Rangkaian jembatan Wheatstone
dapat digunakan untuk mendeteksi kemanisan buah masak karena buah memiliki
kadar air sehingga dapat menghantarkan listrik. Sedangkan untuk mendeteksinya
sendiri dapat dilakukan dengan cara menghitung hambatan listrik yang mengalir
melalui buah.
2.
Jembatan Wheatstone dapat
digunakan untuk mengukur tingkat kekeringan gabah dengan membaca berapa
hambatan yang ditimbulkan oleh gabah tersebut karena setidaknya gabah
mengandung sekitar 10% air yang bisa mengalirkan listrik.
H. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktik kali ini bahwa rangkaian
jembatan wheatstone adalah berupa alat ukur yang di fungsikan untuk mengetahui
hambatan yg tidak diketahui dengan cara menyeimbangkan dua kali dari rangkaian
wheatstone, cara kerjanya mirip dengan potensiometer. Jembatan wheatstone
adalah proses mengetahui menentukan suatu nilai hambatan listrik yang tepat.
Dengan melakukan perbandingan antara besar hambatan yang telah diketahui dengan
besar hambatan yang belum diketahui dengan keadaan jembatan disebut seimbang
dengan galvanometer menunjukkan pada angka nol. Karena
pengukuran dengan menggunakan Galvanometer dapat menghasilkan pengukuran yang
tepat maka dari itu disebut presisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar